Tetap Siaga di Teheran
Walaupun menyatakan perang telah “berakhir”, Trump memberikan sinyal bahwa militer AS tidak akan angkat kaki dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa ancaman dari rezim Iran masih signifikan bagi angkatan bersenjata AS. Pentagon, menurut Trump, akan terus “memperbarui postur kekuatan militernya” di kawasan tersebut guna menangkal kekuatan proksi Iran.
Sikap ini didukung oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Dalam jumpa pers Selasa, 5 Mei 2026, Rubio menyebut fokus militer kini beralih dari serangan ke pengamanan jalur laut.
“Operasi Epic Fury sudah selesai… Kami telah mencapai tujuan operasi itu. Kini kami beralih ke Project Freedom,” ujar Rubio merujuk pada pengawalan kapal di Selat Hormuz.
Kecaman dari Demokrat
Di sisi lain, kubu Demokrat meradang. Senator Adam Schiff menilai argumen pemerintah yang menyebut tenggat waktu 60 hari berhenti saat gencatan senjata adalah kekeliruan hukum.
“Bahkan jika Anda menerima premis bahwa perang Trump di Iran adalah tanggapan terhadap ancaman yang akan segera terjadi… dia tidak punya wewenang untuk melanjutkan perang ini lebih dari 60 hari,” tegas Schiff setelah resolusi penghentian perang kembali diblokir oleh mayoritas Republik di Senat.
Senada dengan Schiff, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menyebut manuver Trump sebagai “perang ilegal” dan “omong kosong” yang hanya meningkatkan risiko hilangnya nyawa serta beban ekonomi bagi rakyat Amerika.





