Dalam hal stabilitas dukungan terhadap pilihan pasangan presiden dan wakil presiden, PatraData memaparkan bahwa Anies-Muhaimin memiliki 35 persen pemilih yang sangat kecil atau hampir tidak mungkin merubah pilihannya.
Sementara pada Prabowo-Gibran terdapat 33,7 persen pemilih yang menjawab sangat kecil atau hampir tidak mungkin merubah pilihannnya, dan terhadap pasangan Ganjar-Mahfud terdapat 37perse pemilih yang menjawab sangat kecil atau hampir tidak mungkin merubah pilihannya.
“Temuan survei kita memperlihatkan bahwa masing-masing pasangan kandidat calon presiden dan wakil presiden harus mampu bekerja lebih ekstra dalam meyakinkan pemilih untuk mantap memilih mereka,” ujarnya.
“Memang berdasarkan temuan kita, pasangan Ganjar-Mahfud misalnya lebih banyak memiliki strong voter atau pemilih yang sudah mantap dan yakin terhadap pilihannya, yaitu sebesar 37 persen. Namun angka tersebut masih belum dapat dikatakan terlalu signifikan, sebagian pemilih lainnya masih membuka ruang atau masih mungkin dalam hal merubah pilihannya. Begitu juga dengan pemilih pasangan Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin.” Imbuh Rezki.
PDIP Unggul
Untuk partai politik, temuan survei yang dilakukan PatraData di Pulau Jawa ialah PDIP unggul sebesar 22,7 persen dari partai lainnya, disusul secara berurutan oleh partai Gerindra dengan 19,3 persen, PKS 7,6 persen, Golkar 7,5 persen, PKB 6,7 persen, Demokrat 4,8 persen, PSI 4,2 persen, PAN dan NasDem masing-masing 4,0 persen.
Baca Juga: Kominfo Gelar Temu Influencer, Bangun Partisipasi Masyarkat dalam Pembangunan IKN






