Waspada Risiko Pelarian Maladaptif
Meski berdampak positif, para ahli mengingatkan adanya risiko jika waktu di jalur pendakian berubah menjadi mekanisme pelarian maladaptif (coping mechanism yang keliru). Alih-alih memproses masalah, seseorang mungkin terus bergerak hanya demi menghindari emosi negatif yang ada di bawah permukaan.
Jika mendaki gunung digunakan hanya untuk menghindari interaksi dengan orang lain atau menolak menunjukkan kerapuhan dalam jangka panjang, maka aktivitas ini bisa menjadi tidak sehat bagi kesehatan mental.
Selain itu, faktor keamanan menjadi catatan krusial. Tidak semua orang merasa aman berada di alam liar. Tanpa adanya rasa aman dasar, proses pemulihan dari pengalaman traumatis akan sulit berjalan.
Oleh karena itu, bagi pendaki amatir atau pemula, sangat disarankan untuk tidak mendaki seorang diri. Kehadiran teman atau kelompok pendakian dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu menghadapi berbagai risiko di gunung. Menghabiskan waktu di alam liar lewat pendakian memang tidak langsung menghapus seluruh dampak psikologis dari trauma, namun aktivitas ini membuka peluang besar bagi para penyintas untuk pulih secara mandiri dan berdaya.




