Baca Juga: BNI Ventures Gandeng IPB Kembangkan Ekosistem Startup
Pemerintah berharap ajang ini menjadi jembatan bagi startup lokal untuk mendapatkan nota kesepahaman (MoU) maupun Letter of Intent (LoI) dari investor global.
Kurasi Ketat Libatkan Pakar Jepang
Proses seleksi program ini tergolong ketat. Dari 125 pendaftar, hanya terpilih empat startup yang dianggap memiliki market-fit tinggi dengan kebutuhan industri global. Kurasi tahap akhir bahkan melibatkan pakar dari Jepang seperti Creww Inn dan TechShake.
Founder and Chairperson KUMPUL.ID, Faye Wongso, menambahkan bahwa keempat startup ini telah dibekali kemampuan business matching untuk mencari mitra strategis.
“Tentu harapannya nanti di sana mereka bisa mendapatkan akses pasar yang lebih luas atau bahkan mendapatkan bisnis partner atau investasi,” ungkap Faye.
Baca Juga: BNI Ventures Boyong 10 Startup Axel Arc di Tech in Asia Conference 2024
Empat Inovator di Panggung Tokyo
Berikut adalah profil singkat empat delegasi startup Indonesia yang akan bertolak ke Jepang pada 26 April 2026:
- BELL LIVING LAB: Mengolah limbah kopi menjadi biomaterial berkualitas tinggi untuk industri fesyen dan furnitur.
- GAPAI: Platform HR Tech yang memfasilitasi penempatan legal tenaga kerja migran Indonesia ke pasar global.
- IJO: Inovator pupuk berbasis rumput laut yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim.
- SPUN: Infrastruktur visa berbasis AI yang menyederhanakan birokrasi perjalanan di Asia Tenggara.
Kehadiran para inovator ini diharapkan mampu mempertegas posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem ekonomi kreatif dan teknologi berkelanjutan di kawasan Asia. (*)






