URBANCITY.CO.ID – Tren sustainable living masyarakat perkotaan kini menempatkan wastra nusantara bukan sekadar pelengkap busana, melainkan aset gaya hidup bernilai etis tinggi.
Kesadaran kelas urban terhadap produk ramah lingkungan membuka ruang pasar premium bagi kain tenun Baduy berpewarna alami.
Transformasi ini mengubah narasi kain tradisional dari kerajinan lokal menjadi komoditas ecofashion yang sarat nilai investasi keberlanjutan.
Program Creating Shared Value (CSV) Bakti BCA mempercepat langkah tenun Baduy alami ini merambah ekosistem fesyen hijau modern.
Baca Juga:Â Menkop Dorong Tenun Toraja Naik Kelas Jadi Tren Fashion Global Lewat Koperasi
Inisiatif strategis ini menjembatani warisan leluhur dengan selera masyarakat urban yang semakin kritis terhadap aspek keaslian, estetika, dan jejak karbon produk.
Wastra karya masyarakat adat Baduy memancarkan karakter visual kuat lewat aksen geometris presisi yang merepresentasikan keharmonisan hidup.
” Sebab, kain ini memiliki keunikan pada motif garis-garis kotak dan corak geometrisnya, yang melambangkan kerukunan, kebersamaan, serta keselarasan hidup masyarakat adat Baduy,” ungkap EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, dikutip Rabu (7/10/2026).
Eksklusivitas Alat Gedogan dan Inklusi Sosial
Baca Juga:Â Tenun Lokal yang Menembus Batas, Roro Esti Dorong Ekspor Fesyen Daerah Melalui IFA 2026
Para penenun menghasilkan setiap helai kain secara autentik menggunakan alat tenun tradisional gedogan serta formulasi warna alam bersertifikasi pelatihan.
Nilai eksklusivitas wastra ini meningkat pesat karena proses produksinya mengintegrasikan pemberdayaan komunitas penyandang disabilitas secara terstruktur.
Kolaborasi inklusif ini menciptakan portofolio produk impact-driven yang sangat dicari oleh konsumen urban dan kolektor fesyen berkelanjutan.
Koleksi Premium Penetrasi Pasar Wealth Summit
Baca Juga:Â BNI Lestarikan Warisan Budaya Tenun Lewat Dukungan Peragaan Busana Cita Raya HIKAYAT
Langkah penetrasi pasar premium terbukti sukses lewat produksi 1.800 unit tas eksklusif berbahan dasar 205 lembar kain tenun Baduy pewarna alami.
Produk kolaboratif ini tampil elegan sebagai cendera mata prestisius bagi para nasabah prioritas dalam ajang BCA Wealth Summit 2026 pada September lalu.
Momentum tersebut membuktikan bahwa produk ramah lingkungan mampu bersaing dan merebut perhatian segmen pasar menengah ke atas (high-net-worth individuals).
“Kami berharap kehadiran produk wastra warna alam binaan Bakti BCA menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk tenun dengan pewarna alami ke khalayak yang lebih luas,” kata Hera.
Baca Juga:Â Dukung Event Seba Baduy, Tarif Tol Serang-Panimbang Didiskon 30%
Imbal Hasil Ekonomi dan Daya Tarik Investasi
Dukungan pembinaan yang konsisten membukukan dampak ekonomi terukur serta prospek investasi sosial yang sangat solid bagi ekosistem perajin.
Sepanjang 2025, penghasilan komunitas penenun dari penjualan kain dan lini produk turunannya melonjak hingga 34 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Kenaikan signifikan ini membukukan total perputaran dana lebih dari Rp 367 juta, menegaskan potensi besar tenun Baduy sebagai instrumen ekonomi kreatif masa depan.




