<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> - Tidak lama lagi tiga BUMN Karya, yakni PT Brantas Abipraya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya (Persero) bakal dilebur menjadi satu perusahaan yang fokus pada sektor Engineering, Procurement, Constructuin (EPC). Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana menyatakan, pihaknya siap mendukung penggabungan BUMN sektor infrastruktur atau BUMN Karya yang telah dinyatakan Menteri BUMN Erick Thohir. Nantinya akan ada penggabungan sejumlah Perusahaan menjadi tersisa tiga BUMN saja. Spesialisasinya akan diarahkan pada infrastruktur air, rel dan beberapa hal senada lainnya. "Soal penggabungan ini sudah pernah dinyatakan oleh Kementerian, kami dari Brantas Abipraya juga sudah menerima surat persiapan tersebut," ujar Dian, dikutip Urbancity.co.id dari laman Kementerian BUMN, Minggu, 21 April 2024. Menurut dia, saat ini perseroan tengah menanti arahan selanjutnya dari Kementerian BUMN. Jika melihat dari mekanisme, nantinya penggabungan tersebut akan bentuk holding dan subholding. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/juni-2024-rampung-brantas-kebut-tol-bayung-lencir-tempino-seksi-3-jambi/">Juni 2024 Rampung, Brantas Kebut Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 3 Jambi</a></strong> Dengan belum adanya keputusan perseroan mana yang ditunjuk menjadi induk holding, tentunya menjadikan tiga BUMN Karya tersebut masih berpeluang kuat. Hal itu pun dipertegas Dian, bahwa Brantas Abipraya selalu siap mengikuti arahan dan keputusan dari pemegang saham, dalam hal ini adalah Kementerian BUMN. "Brantas Abipraya senantiasa mengutamakan tata kelola perusahaan secara baik dan konsisten untuk mewujudkan perusahaan yang transparan dan akuntabel," katanya.<!--nextpage--> Tak hanya itu, sambung Dian, perseroan juga terus berupaya menunjukkan performa kinerja unggul dengan mengimplementasikan best practice serta Good Corporate Governance (GCG), Governance, Risiko, dan Complience (GRC) dalam menjalankan operasionalnya. "Dalam implementasi best practice dan GCG, kami tentunya juga terus menjaga cash flow agar kinerja perusahaan tetap baik dan positif," imbuhnya. Bukannya tanpa alasan, selama tiga tahun ini pendapatan usaha BUMN Karya ini mengalami kenaikan positif yaitu dari tahun 2020 - 2021 sebesar 26,74%, 2021-2022 sebesar 29,37% dan 2022-2023 sebesar 33,94%. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/tingkatkan-infrastruktur-kesehatan-di-papua-brantas-abipraya-bangun-rumah-sakit-terpadu/">Tingkatkan Infrastruktur Kesehatan di Papua, Brantas Abipraya Bangun Rumah Sakit Terpadu</a></strong> Sepanjang tahun 2020 sampai 2023 Brantas Abipraya pun telah mencatatatkan kinerja gemilang dengan kenaikan laba bersih Perusahaan tiap tahunnya, antara lain: Tahun 2020-2021 kenaikan laba sebesar 71.54%. Kenaikan laba bersih juga terjadi pada tahun 2021-2022 sebesar 134.46%; dan tahun 2022-2023 kenaikan sebesar 49.14% untuk laba bersih Perusahaan. Memperkuat komitmennya sebagai salah satu BUMN Karya terunggul, Brantas Abipraya akan terus bertransformasi menuju living legend company tentunya tidak mudah. Selain menjadi perusahaan yang sehat dengan reputasi positif yang terus dijaga, perseroan juga berkomitmen untuk teruskan menorehkan banyak prestasi bagi pembangunan bangsa. Caranya, terus dihttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg agar meraih pencapaian luar biasa serta beragam penghargaan baik di lingkup Perusahaan dan Pemerintah, serta dari masyarakat.<!--nextpage--> <strong>Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNO7qgww4Lu3BA?ceid=ID:id&oc=3">GOOGLE NEWS</a></strong>