URBANCITY.CO.ID – Emiten infrastruktur energi, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI), mulai mengambil langkah konkret dalam melakukan transisi bisnis.
Perseroan tengah menjajaki divestasi sejumlah anak usaha di sektor pertambangan batu bara sebagai bagian dari pergeseran strategis menuju basis energi baru terbarukan (EBT).
Direktur Utama Astrindo, Ray Anthony Gerungan, mengungkapkan bahwa proses pelepasan aset tambang tersebut kini telah memasuki tahap lanjut.
Saat ini, perseroan sedang melakukan negosiasi intensif dengan beberapa pihak yang berminat menjadi pembeli.
Baca Juga: TelkomMetra Teken CSPA Divestasi AdMedika ke Fullerton Health Guna Perkuat Fokus Bisnis Inti Telkom
“Perseroan sedang berdiskusi dengan beberapa calon pembeli dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk prinsip keterbukaan informasi, manajemen risiko, serta tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Ray dalam keterangan tertulisnya, Senin, 20 April 2026.
Optimalisasi Portofolio Hijau
Langkah adaptasi ini dilakukan BIPI sebagai upaya optimalisasi portofolio perusahaan. Ray menilai, percepatan pergeseran bisnis ke sektor energi ramah lingkungan akan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham, sekaligus merespons tuntutan pasar global terhadap industri hijau.
Ray menambahkan, fokus pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung target transisi energi nasional.
Pendekatan ini dinilai tidak hanya relevan dari sisi profitabilitas, tetapi juga tanggung jawab keberlanjutan.




