URBANCITY.CO.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membuktikan ketangguhan fundamental bisnisnya dengan menutup tahun buku 2025 lewat capaian positif.
Di tengah tantangan industri, emiten berkode TLKM ini berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun.
Keberhasilan ini didorong oleh percepatan strategi TLKM 30 yang fokus pada penciptaan nilai jangka panjang. Telkom juga mencatatkan Total Shareholder Return (TSR) yang impresif sebesar 35,7 persen bagi para pemegang sahamnya.
Strategi TLKM 30 dan Empat Pilar Transformasi
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa transformasi perusahaan kini jauh lebih terstruktur untuk memperkuat ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.
Baca Juga: Kapasitas Naik hingga 40 Gbps, Telkom Hadirkan Community Gateway Satelit di Wamena
“Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Dian Siswarini.
Empat pilar utama dalam transformasi ini meliputi:
- Operational & Service Excellence: Penguatan tata kelola dan efisiensi proses.
- Streamlining: Penataan portofolio bisnis non-inti, termasuk divestasi AdMedika dan TelkoMedika.
- Unlock Value: Pemisahan bisnis serat optik (Wholesale Fiber) kepada InfraNexia untuk maksimalisasi aset.
- Modus-operandi Shift: Transformasi dari operating holding menjadi strategic holding dengan empat segmen utama (B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International).
Performa Anak Perusahaan dan Segmen Bisnis




