Hingga saat ini, identitas pemilik asli tas tersebut belum diketahui. Namun, keberadaan banyak cooler bag ASI di lokasi evakuasi menjadi pemandangan yang menyayat hati bagi para petugas dan warganet, mengingat gerbong tersebut dipenuhi oleh para ibu bekerja yang tengah menempuh perjalanan pulang demi menemui buah hati mereka.
Simbol Perjuangan Working Mom
Unggahan ini memicu gelombang simpati luas di jagat maya. Banyak warganet, terutama sesama ibu menyusui, merasa hancur melihat realitas perjuangan perempuan yang membawa “bekal” untuk bayinya di tengah tragedi.
“ASI-nya nyelametin anak dari ibu lainnya,” tulis salah satu akun di kolom komentar, merujuk pada tas yang menyelamatkan nyawa penumpang lain meski pemiliknya mungkin tengah berjuang atau menjadi korban.
Data terbaru hingga Selasa pagi mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 15 orang, sementara 84 lainnya luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di 11 rumah sakit berbeda di wilayah Bekasi.
Penemuan alat pumping dan cooler bag di antara puing-puing gerbong kini menjadi simbol pilu perjuangan ibu bekerja dalam tragedi perkeretaapian paling kelam di tahun 2026 tersebut. (*)






