URBANCITY.CO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) tengah membidik penguatan subsektor kriya untuk memperkokoh identitas budaya sekaligus mendongkrak kesejahteraan perajin.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa seni ukir Jepara memiliki potensi besar untuk bertransformasi dari sekadar komoditas furnitur menjadi aset kelas dunia yang diburu kolektor global.
Hal tersebut disampaikan Irene saat menghadiri pembukaan pameran seni ukir Jepara bertajuk “Tatah” di Museum Nasional, Jakarta, Rabu, 29 April 2026. Menurutnya, ukiran Jepara adalah mahakarya yang menggabungkan ketekunan dengan nilai historis tinggi.
“Seni ukir Jepara bukan sekadar produk furnitur, melainkan representasi dari ketekunan, nilai historis, dan estetika tinggi yang menjadi aset bangsa yang harus mendunia, agar identitas kita semakin kuat dan kesejahteraan para perajinnya meningkat,” ujar Irene Umar.
Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar: Kampus Adalah Ruang Aman Eksperimen dan Source Code Ekonomi Kreatif
Strategi Hilirisasi dan Perlindungan IP
Pemerintah berkomitmen melakukan pendampingan intensif bagi para perajin, terutama terkait perlindungan hak kekayaan intelektual (intellectual property/IP) dan perluasan akses ke pasar digital global.
Strategi ini dianggap krusial agar karya lokal tidak hanya mandek sebagai pajangan, tetapi memiliki daya tawar tinggi di pasar internasional.
”Karya seni kita memiliki potensi luar biasa. Kita harus memastikan seni ukir ini tidak berhenti di galeri saja, tapi naik kelas menjadi produk kreatif premium yang diburu kolektor dunia melalui strategi hilirisasi yang tepat,” jelas Irene.




