Kemendag juga terus mengoptimalkan program ‘Desa Bisa Ekspor’ yang telah memetakan 2.616 desa untuk mendukung komunitas dan pelaku usaha perempuan di daerah.
Menurutnya, ketika perempuan diberikan kesempatan untuk berkembang dan memperoleh akses pasar yang lebih luas, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga, komunitas, dan generasi berikutnya.
“Oleh karena itu, kolaborasi seluruh pihak menjadi sangat penting untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan perempuan dan pengembangan produk lokal Indonesia,” pungkas Wamendag Roro. (*)




