Baca Juga: Wamendag Roro Esti Pantau Harga Pangan Batam: Stok Melimpah dan Program Diskon Ritel Berjalan
“Capaian ini sangatlah membanggakan dan perlu menjadi pemantik mahasiswa untuk berani melangkah ke arena global. Saya harap, mahasiswa Indonesia memiliki daya saing yang mumpuni di tengah ekosistem perdagangan yang dinamis dan kompetitif,” tutur Roro.
Sinergi Daerah dan Kampus
Langkah Kemendag ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Wakil Gubernur Sumatra Selatan, Cik Ujang, turut memperkenalkan program “100.000 Sultan Muda Sumsel” yang bertujuan mencetak pengusaha muda mandiri.
Senada dengan itu, Wakil Rektor I Unsri, Prof. Rujito Agus Suwignyo, menegaskan komitmen kampus dalam menyediakan inkubasi bisnis. “Agar lulusan kita tidak hanya mencari kerja, tetapi mampu menciptakan nilai tambah di masyarakat,” ucap Rujito.
Menjaga Wastra di Kriya Sriwijaya
Usai dari kampus, Wamendag mengunjungi Kriya Sriwijaya, sentra kerajinan binaan Dekranasda Sumsel. Di sana, ia mengapresiasi transformasi wastra lokal menjadi produk modern bernilai tinggi. Roro juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam industri kreatif ini.
Baca Juga: Wamendag Roro Esti Tinjau Pasar Summerland Batam: Harga Bapok Stabil dan Puji Transaksi QRIS
Ketua Pengurus Harian Dekranasda Sumsel, Mohammad Taufiq, menyatakan ketertarikannya pada Gerakan Kamis Pakai Lokal (Gaspol) yang diterapkan di lingkungan Kemendag.
Ia berharap sinergi dengan pemerintah pusat dapat membawa produk kriya Sumsel menembus department store ternama dan ajang internasional seperti Trade Expo Indonesia.






