“Dengan langkah-langkah tersebut, industri event diharapkan tidak hanya tumbuh, tetapi juga semakin berkualitas, berdaya saing global, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” tuturnya.
Baca Juga: Wamenpar Ni Luh Puspa Pastikan Keamanan Destinasi Bali Jelang Libur Lebaran 2026
Potensi Bisnis Rp396 Miliar
Penyelenggaraan IPOS edisi ke-10 ini bukan sekadar ajang diskusi. Founder IPOS, Harry D. Nugraha, memaparkan data konkret mengenai dampak ekonomi dari kegiatan ini.
Dengan melibatkan 78 seller dan 172 buyer, IPOS jilid sepuluh diproyeksikan mampu mencetak nilai bisnis yang fantastis.
“Kegiatan ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 1.798 potensi volume event, 454 prospek bisnis dengan nilai lebih dari Rp396 miliar, serta menciptakan 51.188 lapangan kerja,” ungkap Harry.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum II DPP IVENDO, Romi Rismawan, menyebut keterlibatan asosiasi dalam IPOS adalah bentuk komitmen memperkuat ekosistem industri yang lebih terkurasi.
Baca Juga: Wamenpar Ni Luh Puspa: Tradisi Blangikhan Lampung Jadi Fondasi Pariwisata Berkelanjutan
Menurutnya, kematangan industri event nasional saat ini sangat bergantung pada keterhubungan antar pemangku kepentingan yang saling melengkapi.
Selama tiga hari, IPOS X akan menggelar berbagai agenda mulai dari Smart Forum, diskusi tren industri, hingga lantai bursa Business-to-Business (B2B) yang menjadi inti dari transaksi ekonomi kreatif tersebut. (*)





