URBANCITY.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/3), untuk merumuskan langkah strategis pembentukan Koperasi Desa (Kop Des) Merah Putih.
Pemerintah merancang inisiatif ini sebagai pusat ekonomi multifungsi yang mampu mentransformasi wajah desa menjadi ekosistem produktif.
Langkah progresif ini menjadi investasi krusial dalam memangkas rantai distribusi pangan yang panjang sekaligus mengentaskan kemiskinan ekstrem di seluruh pelosok Tanah Air.
Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, membenarkan fokus utama pemerintah dalam rapat koordinasi tersebut.
“(Membahas) yang sebelumnya ya. Koperasi desa,” ujar Budi Arie kepada awak media.
Baca juga: Ratas di Hambalang, Presiden Prabowo Dorong Fakultas Teknik Terjun Langsung Bangun Daerah
Pusat Layanan dan Distribusi Terpadu
Koperasi Desa Merah Putih menawarkan solusi gaya hidup modern bagi masyarakat desa dengan mengintegrasikan layanan esensial dalam satu atap.
Pemerintah menargetkan setiap unit koperasi menyediakan outlet kebutuhan pokok, apotek desa, hingga gudang penyimpanan yang terkelola dengan sistematis.
“Koperasi Merah Putih ini ditujukan untuk kepentingan masyarakat desa. Ada outlet, apotek desa, dan gudang desa,” kata Budi Arie.
Kehadiran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid dalam rapat tersebut menegaskan kesiapan kolaborasi lintas kementerian.
Sinergi ini memastikan koperasi tidak hanya bergerak di sektor fisik, tetapi juga mendukung digitalisasi ekonomi pedesaan.




