URBANCITY.CO.ID – Mantan penyanyi cilik, Tasya Kamila, mendadak menjadi sorotan publik di tengah riuhnya kontroversi para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tasya membeberkan “Laporan Kontribusi sebagai Alumni Awardee LPDP” guna menjawab rasa penasaran warganet terkait manfaat nyata pendidikannya bagi negara.
Aksi Tasya ini muncul menyusul polemik Dwi Sasetyaningtyas, awardee LPDP yang menuai kecaman akibat konten media sosial yang dinilai tidak nasionalis. Tasya pun merasa perlu memberikan transparansi sebagai bentuk tanggung jawab moral atas dana publik yang diterimanya delapan tahun silam.
“Buatku, kalian berhak bertanya soal ini. Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau ‘investasi’ kita menghasilkan output yang baik buat bangsa,” tulis Tasya pada Selasa, 24 Februari 2026.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Perketat Sanksi LPDP, Pelanggar Komitmen Terancam Daftar Hitam Permanen
Jalur Kebijakan Publik dan Lingkungan
Tasya menempuh studi Master of Public Administration in Energy and Environmental Policy di Columbia University, Amerika Serikat. Ia lulus dengan IPK 3.75 pada 2018. Jurusan tersebut dipilih bukan tanpa alasan; Tasya telah menjabat sebagai Duta Lingkungan Hidup sejak 2005 dan bercita-cita menjadi menteri.
Selama masa studinya di New York, Tasya mengaku tidak hanya berdiam diri di ruang kelas. Ia memanfaatkan sumber daya kampus untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, ia sempat menjalani magang di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).




