URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan momentum Ramadhan 2026 akan menjadi daya dorong signifikan bagi penguatan ekonomi nasional.
Peningkatan konsumsi masyarakat pada sektor makanan, minuman, hingga tekstil diyakini bakal memperkokoh stabilitas ekonomi melalui perputaran usaha di tingkat industri hingga pelaku mikro.
Inspektur Jenderal Kemenperin, M. Rum, menyatakan bahwa siklus tahunan ini selalu memberikan dampak instan pada kinerja manufaktur dalam negeri. Hal itu ia sampaikan saat membuka Bazar Ramadhan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenperin di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
“Ramadhan selalu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan ekonomi masyarakat. Peningkatan kebutuhan selama bulan suci ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kinerja sektor industri nasional,” kata M. Rum.
Baca Juga: TVS Motor Indonesia Capai Produksi 1 Juta Unit, Kemenperin Puji Kontribusi Ekonomi Nasional
Manufaktur Jadi Mesin Utama Ekonomi
Optimisme pemerintah bukan tanpa alasan. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja industri pengolahan sepanjang 2025 menunjukkan tren yang melampaui ekspektasi.
Sektor ini tumbuh sebesar 5,30 persen, berada di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen.
Capaian ini menjadi tonggak sejarah baru, mengingat industri pengolahan terakhir kali memegang peran sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi di atas pertumbuhan nasional pada 2011 silam.
Secara nominal, kontribusi sektor ini mencapai Rp4.541,52 triliun atau 19,07 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia.




