URBANCITY.CO.ID – Perum BULOG mengukir catatan bersejarah dalam tata kelola pangan nasional. Di tengah dinamika fluktuasi harga pangan, komoditas cadangan pangan pemerintah (CPP) yang dikelola oleh badan urusan logistik tersebut sukses menembus angka 5,3 juta ton, menjadi volume stok tertinggi sepanjang sejarah berdirinya BULOG.
Keberhasilan pengelolaan pasokan komoditas ini dikupas tuntas dalam Focus Group Discussion (FGD) strategis bersama Komisi IV DPR RI di Gedung Oryza Perum BULOG, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Forum tersebut berfokus mematangkan instrumen pengendalian harga eceran beras serta optimalisasi rantai distribusi pangan ke masyarakat.
Realisasi Penyerapan Gabah Petani Dekati Target Akhir Tahun
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa melimpahnya stok beras nasional ditopang oleh agresifnya penyerapan gabah hasil panen petani dalam negeri sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, BULOG Guyur 30 Ribu Liter Minyakita ke Pasar DKI Jakarta
“Seluruh jajaran Perum BULOG di seluruh Indonesia menghaturkan terima kasih kepada Bapak Wakil Ketua Ketua Komisi IV DPR RI beserta seluruh Anggota Komisi IV DPR RI atas bimbingan dan dukungan yang luar biasa sehingga Perum BULOG saat ini dapat melaksanakan tugas dengan optimal,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Hingga 22 Mei 2026, realisasi pengadaan beras untuk kewajiban pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO) telah menyentuh angka hampir 3 juta ton.
Manajemen BULOG memproyeksikan volume serapan dalam negeri ini akan terus terkerek naik hingga menyentuh target bantaian 4 juta ton pada akhir Desember mendatang.




