URBANCITY.CO.ID – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan pentingnya aksi nyata bagi para pelaku industri kreatif untuk menembus pasar internasional.
Dalam era digital, Irene menilai modal dan koneksi bukan lagi hambatan utama, melainkan kemauan untuk mengeksplorasi kreativitas tanpa batas.
Pernyataan tersebut disampaikan Irene saat menjadi pembicara dalam Talkshow ASTAKARYA yang merupakan rangkaian Rapat Kerja Nasional Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Rakernas GEKRAFS) 2026 di Jakarta Timur, Jumat, 6 Maret 2026. Forum ini mengusung misi akselerasi karya untuk transformasi ekonomi Indonesia.
“Pertanyaannya bukan lagi soal modal atau koneksi, tetapi seberapa besar kemauan kita untuk mulai berusaha sendiri menjadi pejuang ekonomi kreatif. Kalau benar ingin berkarya, selalu ada jalan untuk berkembang, apalagi era digital sekarang yang tidak mengenal limitations in access to funding and network,” ujar Irene Umar.
Baca Juga: Bazar Kreatif DWP Kemenekraf: Wamen Ekraf Irene Umar Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
Ekraf Hunt: Database Terpusat untuk Talenta Lokal
Sebagai langkah konkret, Kementerian Ekraf telah meluncurkan platform Ekraf Hunt. Wadah ini berfungsi sebagai centralized database di mana para pelaku ekraf dapat mengelola portofolio mereka secara mandiri agar lebih mudah ditemukan oleh investor maupun mitra kolaborasi.
Irene juga menantang para anggota GEKRAFS untuk rutin melahirkan inovasi yang tidak biasa. “Saya ingin menantang semua teman-teman GEKRAFS untuk melakukan sesuatu yang anti mainstream atau out of the box sebulan sekali sehingga akan lebih banyak kolaborasi antara kreator lokal dan nasional untuk melakukan kreativitas di luar nalar, tapi tetap mendorong pergerakan ekonomi kreatif Indonesia,” imbuh Irene.




