URBANCITY.CO.ID – Dua raksasa energi di Kalimantan Timur, Badak LNG dan PT Kaltim Prima Coal (KPC), bertemu untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
Badak LNG menerima kunjungan benchmarking dari tim manajemen KPC di Badak Conference Room, Bontang, Selasa, 10 Maret 2026.
Pertemuan ini menjadi panggung pertukaran wawasan mengenai standar operasional hingga pemeliharaan fasilitas strategis di industri gas.
Rombongan PT KPC datang dengan agenda khusus: mendalami sistem pengolahan gas, manajemen penyimpanan (storage), hingga teknis pengapalan di dermaga (loading dock) milik Badak LNG.
Langkah ini merupakan bagian dari persiapan KPC dalam menggarap proyek strategis Coal Chemical Plant yang membutuhkan pemahaman mendalam terkait industri pengolahan gas dan petrokimia.
Baca Juga: Ritual Keselamatan di Kilang Bontang: 38 Tahun Badak LNG Menjaga Keandalan
Vice President Production Badak LNG, Johan Anindito Indriawan, menyebut bahwa gas alam memiliki peran krusial sebagai solusi energi efisien bagi sektor industri lainnya, termasuk pertambangan.
“Melalui fasilitas yang kami kelola, kami melihat potensi bagi sektor industri lain, termasuk pertambangan, untuk memanfaatkan gas sebagai bahan bakar yang kompetitif,” jelas Johan dalam sambutannya.
Menilik Manajemen Pemeliharaan
Dalam diskusi tersebut, aspek manajemen pemeliharaan peralatan menjadi sorotan utama. Badak LNG yang memiliki reputasi global dalam mengoperasikan kilang LNG selama puluhan tahun, memaparkan bagaimana mereka menjaga keandalan fasilitas di tengah tantangan teknis industri petrokimia.




