URBANCITY.CO.ID – Langkah radikal diambil oleh raksasa telekomunikasi pelat merah, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), untuk merombak postur bisnisnya agar lebih ramping dan lincah.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar secara daring pada Senin, 8 Juni 2026, emiten halo-halo ini menegaskan komitmennya untuk mempercepat eksekusi cetak biru transformasi bertajuk strategi TLKM 30.
Rapat tersebut menjadi panggung ketegasan tata kelola perserikatan pemilik saham. Selain menyetujui alokasi laba bersih dan program pembelian kembali (buyback) saham, RUPST merestui perombakan pengurus serta pemangkasan anak-anak usaha yang dinilai membebani jalannya korporasi.
Sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026, manajemen Telkom mengklaim telah mengantongi kemajuan signifikan yang bertumpu pada empat pilar transformasi utama.
Baca juga:Â Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun dan Siapkan Buyback Saham Rp4 Triliun Tahun Ini
Pada pilar pertama, Operational & Service Excellence, Telkom berfokus mengencangkan ikat pinggang. Perusahaan menggenjot efisiensi pengeluaran melalui program total pengeluaran (TOTEX), memoles arus kas operasional, serta mengeksekusi program Pensiun Dini dan penataan ulang tata kelola (Governance Reset).
Efek Bersih-bersih Laporan Keuangan
Siasat dekarbonisasi portofolio ini berdampak langsung pada wajah rapor keuangan 2025 Telkom. Secara grup, Telkom berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp146,74 triliun dengan perolehan EBITDA nangkring di level Rp72,24 triliun, dan laba bersih (net income) murni terkunci di angka Rp17,81 triliun.



