URBANCITY.CO.ID – Sapu Bersih. Sektor hulu minyak dan gas bumi yang padat modal dan sarat risiko regulasi menuntut sistem pengawasan internal yang tanpa kompromi.
Menyadari titik rawan tersebut, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mengambil langkah preventif guna menyumbat segala potensi kecurangan (fraud) dan praktik rasuah di lingkungan korporasi.
Anak usaha pelat merah ini memperketat benteng pengawasan lewat pembentukan ekosistem bisnis yang bersih.
Komitmen sapu bersih ini dikemas melalui agenda Sharing Session Fraud Prevention yang mengusung jargon filosofis “Sinergitas Penguatan Tata Kelola dalam Industri Hulu Migas di Indonesia”.
Acara yang dimotori oleh fungsi Internal Audit tersebut digelar di markas Pertamina Drilling, Millennium Centennial Center Tower, Jakarta, pada Jumat, 5 Juni 2026.
Baca juga: Pertamina Drilling Sabet Juara Internasional Berkat Daur Ulang Seragam Kerja
Guna menegaskan keseriusan korporasi, jajaran manajemen turut membubuhkan tanda tangan dalam lembar Komitmen Anti-Fraud Tahun 2026 sebagai jaminan penguatan budaya integritas dan transparansi.
Demi membedah anatomi kecurangan di sektor migas, Pertamina Drilling mendatangkan Pengawas Internal SKK Migas, Irjen Pol. Ibnu Suhaendra, sebagai pembicara kunci.
Jenderal bintang dua kepolisian ini menguliti pentingnya modernisasi tata kelola, rigidnya pengawasan melekat, serta pola kolaborasi antar-lembaga demi menciptakan industri hulu migas yang profesional dan berintegritas tinggi.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa penerapan budaya anti-pencucian uang dan anti-kecurangan bukan lagi sekadar pemanis dokumen administratif, melainkan urat nadi bagi keberlanjutan bisnis perusahaan di masa depan.



