URBANCITY.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah taktis guna mengurai kemacetan panjang di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Kapal berkapasitas besar, KMP Portlink VII, resmi kembali dioperasikan mulai Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 13.00 WIB untuk menambah daya angkut di jalur penghubung Pulau Jawa dan Bali tersebut.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa pengoperasian kapal jumbo ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi armada di tengah melonjaknya mobilitas kendaraan.
“Dengan kapasitas angkut yang besar, KMP Portlink VII dapat membantu mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang, sehingga diharapkan mampu mengurangi antrean serta menjaga kelancaran arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk,” ujar Windy.
Baca Juga: ASDP Alihkan Rute Bajoe–Kolaka ke Siwa Mulai 1 April 2026: Tarif Tetap, Kapal Siaga
KMP Portlink VII memiliki spesifikasi yang mumpuni untuk mengurai kepadatan, yakni mampu mengangkut hingga 600 penumpang, 100 kendaraan kecil, dan 30 unit truk dalam sekali pelayaran.
Sebelum diterjunkan kembali, kapal ini telah menjalani perbaikan menyeluruh pasca-insiden kebakaran, termasuk pengecatan ulang dan uji pelayaran (sea trial) untuk memastikan kelaikan sistem navigasi serta mesin.
Penumpukan Kendaraan Jelang Nyepi
Peningkatan trafik di Selat Bali dipicu oleh dua momentum besar: persiapan Hari Raya Nyepi dan distribusi logistik menjelang pembatasan angkutan barang Lebaran 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean truk logistik memanjang hingga dua kilometer dari pintu masuk pelabuhan, mencapai kawasan Pasar Gilimanuk.




