URBANCITY.CO.ID – Manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memperluas cengkeraman bisnis logistiknya di gerbang barat Pulau Jawa.
Emiten baja pelat merah ini menerjunkan anak usahanya, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), untuk meneken sinergi strategis bersama raksasa pelabuhan, Pelindo.
Langkah taktis ini bertujuan menyulap kawasan pelabuhan mereka menjadi hub logistik raksasa yang menguasai jalur distribusi barang di Provinsi Banten.
Pada momentum yang sama, manajemen KBS mengunci kesepakatan bisnis berdurasi panjang dengan PT SGC Barito Logistics.
Perusahaan logistik swasta ini memercayakan penyediaan jasa tangki penyimpanan khusus (storage isotank) di dalam area operasional KBS.
Baca juga:Â Urai Sengkarut Data, Dony Oskaria Sulap Krakatau Steel Raup Cuan Rp5 Triliun
Kolaborasi komersial ini otomatis memperkaya portofolio layanan logistik terintegrasi milik Krakatau Steel Group guna mengeruk potensi cuan dari sektor industri kimia di sekitar Cilegon.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menempatkan ekspansi ini sebagai bagian dari komitmen korporasi dalam mendukung efisiensi biaya logistik nasional.
Perusahaan mengincar penurunan beban jalan raya trans-Sumatra dengan mengalihkan angkutan berat ke jalur laut.
Selain itu, menyokong program pemerintah bebas truk obesitas atau Zero Over Dimension Over Loading (ODOL).
Mengoperasikan Kapal Ro-Ro Dua Kali Sehari Menuju Lampung
Akbar menjelaskan bahwa implementasi nyata dari kawin silang bisnis dengan Pelindo ini mewujud pada peluncuran layanan kapal penyeberangan cepat jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro).




