URBANCITY.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat merespons situasi darurat yang melanda wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Sejak Kamis pagi, 2 April 2026, Kepala Negara telah menginstruksikan langkah tanggap darurat besar-besaran untuk melindungi masyarakat terdampak di Kota Bitung, Kota Ternate, hingga Pulau Batang Dua.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden terus memantau perkembangan laporan dari lapangan sejak dini hari guna memastikan koordinasi lintas lembaga berjalan efektif dan tanpa hambatan.
“Bapak Presiden tadi pagi-pagi sekali sudah menerima laporan dari Kepala BNPB terkait kejadian di propinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara, terutama di Kota Bitung dan Kota Ternate serta pulau Batang Dua,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 2 April 2026.
Baca Juga: Tsunami Minor Terdeteksi di 8 Wilayah Indonesia Setelah Gempa Besar di Rusia
Prioritas Keselamatan dan Larangan Masuk Gedung

Menindaklanjuti arahan tersebut, unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, serta pemerintah daerah segera melakukan penyisiran dan evakuasi di titik-titik terdampak. Fokus utama operasi ini adalah memastikan tidak ada warga yang terjebak di zona berbahaya.




