URBANCITY.CO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mulai menyusun strategi untuk mentransformasi jamu dari sekadar minuman tradisional menjadi bagian dari gaya hidup modern yang bernilai ekonomi tinggi.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) menerima audiensi Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia (GP Jamu) dan para pelaku industri di Jakarta, Kamis, 2 April 2026, guna mematangkan agenda Festival Jamu Nusantara 2026.
Pertemuan tersebut menegaskan posisi jamu sebagai warisan budaya sekaligus subsektor ekonomi kreatif yang potensial menjadi the new engine of growth.
Berbeda dengan perhelatan sebelumnya, festival tahun ini akan dikemas secara masif dalam satu momentum terpusat.
Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar: Indonesia Harus Jadi Kreator di Ekosistem Gim PUBG MOBILE Surabaya
“Festival Jamu Nusantara harus mampu menghadirkan pengalaman autentik yang juga relevan dengan generasi muda. Kita ingin jamu tidak hanya dikenal sebagai tradisi, tetapi menjadi bagian dari lifestyle yang membanggakan,” ujar Wamen Ekraf.
Kolaborasi Inovasi dan Tradisi
Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 6-7 Juni 2026 di Jakarta ini akan mengintegrasikan berbagai subsektor kreatif, mulai dari kuliner, seni, fesyen, hingga industri wellness.
Wamen Ekraf menekankan bahwa kementeriannya siap memberikan dukungan penuh bagi inisiatif yang mampu mengawinkan nilai sejarah dengan inovasi digital.
“Kementerian Ekraf siap mendukung inisiatif yang mampu menghubungkan warisan budaya dengan inovasi,” tambah Wamen Ekraf.




