URBANCITY.CO.ID – Pemerintah Indonesia semakin serius menancapkan taji dalam industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah akan berperan sebagai early adopter untuk memberikan sinyal pasar yang kuat bagi industri dalam negeri.
Langkah ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan kemandirian industri energi hijau.
Agus menyebut, pemerintah tidak hanya fokus pada sisi manufaktur, tetapi juga memastikan penyerapan produk lokal melalui penggunaan kendaraan dinas bertenaga setrum. Pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik nasional secara menyeluruh.
Baca Juga: ENTREV: Konsumen Mobil Listrik di Indonesia Kian Rasional, Pilih Efisiensi Ketimbang Gaya Hidup
“Kami tidak hanya mendorong sisi produksi, tetapi juga memberikan sinyal pasar yang kuat dengan menjadikan pemerintah sebagai early adopter bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resminya, Rabu, 22 April 2026.
Pertumbuhan Eksponensial 140 Persen
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan tren yang sangat menjanjikan. Dalam lima tahun terakhir, pasar KBLBB di Indonesia mencatatkan pertumbuhan tahunan majemuk atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang menembus angka 140 persen.
Pada 2025, pangsa pasar kendaraan listrik telah mencapai 21,71 persen dari total pasar otomotif. Komposisi tersebut didominasi oleh Battery Electric Vehicle (BEV) sebesar 12,93 persen, disusul Hybrid (HEV) 8,13 persen, dan Plug-in Hybrid (PHEV) 0,65 persen.




