URBANCITY.CO.ID – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatatkan rapor hijau pada awal tahun ini. Emiten bersandi saham PGAS tersebut membukukan laba bersih sebesar USD 90,45 juta pada kuartal I 2026.
Angka ini melonjak signifikan sebesar 45,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 62,02 juta.
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, mengungkapkan bahwa pertumbuhan laba ini didorong oleh pengelolaan operasional yang lebih efektif, meskipun dari sisi pendapatan mengalami sedikit tekanan.
“Kami terus mengoptimalkan efisiensi di berbagai lini untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Arief dalam laporan kinerja perusahaan per 31 Maret 2026.
Baca Juga: PGN Sabet Silver Stevie Awards 2026 Lewat Inovasi Edukasi Taman Jargas Nusantara
Efisiensi di Tengah Penurunan Pendapatan
Menariknya, lonjakan laba bersih ini diraih saat pendapatan konsolidasi perusahaan justru melandai. PGN mencatatkan pendapatan sebesar USD 929,56 juta, atau turun 3,82 persen dari posisi USD 966,56 juta pada tahun lalu. Namun, strategi pemangkasan biaya membuahkan hasil nyata.
Beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi USD 771,59 juta dari sebelumnya USD 825,95 juta. Alhasil, laba kotor perusahaan justru terkerek naik menjadi USD 157,96 juta dibandingkan fase yang sama tahun 2025 senilai USD 140,61 juta.
Lonjakan ini juga berdampak pada laba per saham dasar yang naik menjadi USD 0,0037 dari sebelumnya USD 0,0026.
Pemulihan Selisih Kurs dan Beban Keuangan
Faktor lain yang memperkuat laba operasi PGN adalah menyusutnya kerugian selisih kurs secara drastis. Perusahaan melaporkan rugi selisih kurs hanya sebesar USD 1,62 juta, berbanding jauh dari kerugian mendalam pada periode sebelumnya yang mencapai USD 20,05 juta.




