URBANCITY.CO.ID – Korban jiwa dalam insiden tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah.
Hingga Selasa, 28 April 2026 pukul 08.45 WIB, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa seluruh jenazah telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Sementara itu, puluhan korban luka tersebar di delapan rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan intensif.
Baca Juga: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, KAI Lakukan Evakuasi dan Investigasi
KAI menegaskan akan bertanggung jawab penuh atas dampak finansial yang dialami para korban. Seluruh biaya pengobatan bagi pasien luka maupun biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia akan ditanggung oleh asuransi dan internal KAI.
Penanganan Medis dan Identifikasi Barang
Proses evakuasi dilakukan secara kolaboratif melibatkan tim medis, Basarnas, dan kepolisian. Penanganan di lapangan berlangsung ekstra hati-hati mengingat beberapa korban terjebak dalam kondisi medis yang membutuhkan tindakan khusus.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, Selasa pagi.
Selain fokus pada korban, KAI juga telah mengamankan barang-barang milik penumpang di lokasi kejadian. Seluruh temuan tersebut kini dikelola melalui layanan lost and found di bawah pengawasan pihak kepolisian guna mendukung proses identifikasi pemilik.




