UBANCITY.CO.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berhasil membukukan kinerja solid pada kuartal pertama 2026.
Di tengah eskalasi geopolitik Timur Tengah yang memicu volatilitas harga minyak dan inflasi global, bank pelat merah ini mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 20,1 persen secara tahunan (year-on-year).
Ketahanan fundamental BNI disebut tak lepas dari bauran kebijakan moneter Bank Indonesia dan stimulus fiskal pemerintah yang menjaga daya beli domestik.
Manajemen BNI menilai permodalan dan likuiditas perseroan saat ini berada dalam posisi yang sangat resilien untuk menghadapi ketidakpastian pasar.
Baca Juga: BNI Tuntaskan Pengembalian Dana Rp28,2 Miliar ke CU Paroki Aek Nabara
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari penguatan fundamental dan transformasi bisnis yang disiplin.
“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” ujar Putrama dalam keterangan resminya, Rabu, 29 April 2026.
Penguatan Modal dan Strategi BRAVE
Sebagai langkah antisipatif terhadap risiko masa depan, BNI melakukan aksi korporasi dengan menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) senilai USD700 juta atau sekitar Rp11,9 triliun pada April 2026. Suntikan modal ini diproyeksikan bakal memperlebar ruang ekspansi bisnis perseroan secara sehat.
Di sisi operasional, BNI tengah menggencarkan transformasi melalui inisiatif BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment).




