Baca Juga: Skandal KCP Aek Nabara: OJK Desak BNI Tuntaskan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah
Strategi yang dimulai sejak akhir 2025 ini bertujuan merevitalisasi lebih dari 1.700 kantor cabang sebagai ujung tombak penjualan dan layanan perbankan.
Melalui semangat pemberdayaan unit terkecil, BNI berambisi meningkatkan pangsa pasar industri dengan menjadikan kantor cabang pembantu sebagai point of sale utama. Efektivitas strategi ini mulai terlihat pada data keuangan terakhir.
Dominasi Dana Murah
Selain pertumbuhan kredit yang melampaui rata-rata industri, BNI juga mencatatkan performa impresif dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Struktur pendanaan perseroan semakin kokoh dengan pertumbuhan dana murah (CASA) yang mencapai 26,6 persen secara year-on-year per Maret 2026.
Baca Juga: Efisiensi Hijau: BNI Pangkas Konsumsi Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025
Kenaikan CASA yang signifikan ini memungkinkan BNI menjaga efisiensi biaya dana (cost of funds) tetap kompetitif.
Dengan modal yang menebal dan efisiensi yang terjaga, BNI optimistis dapat mempertahankan profitabilitas yang berkualitas meskipun kebijakan suku bunga bank sentral global masih cenderung fluktuatif. (*)






