URBANCITY.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong optimalisasi potensi ekonomi dari aktivitas komunitas hobi yang selama ini dinilai memiliki ceruk pasar (niche) yang menjanjikan.
Menurut Mendag yang akrab disapa Busan ini, aktivitas hobi yang kian giat mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat membuka “Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” di lapangan parkir kantor Kementerian Perdagangan, Minggu, 3 Mei 2026.
Acara ini merupakan kolaborasi antara Kemendag Bird Club dengan komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI).
Baca Juga: Mendag Budi Santoso Bidik Ekspor UMKM Rp2,6 Triliun dan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Kalau lomba burung berkicau semakin ramai, peternak burung akan semakin banyak. Begitu juga pembuat sangkar, pabrik pakan, peternak jangkrik sebagai makanan burung, hingga penjual burung akan semakin banyak.
“Kami mendorong peningkatan nilai ekonomi dari berbagai komunitas hobi, salah satunya komunitas burung kicau,” kata Budi Santoso.
Perputaran Ekonomi Tembus Rp2 Triliun
Ekosistem burung kicau nasional terbukti bukan sekadar kegemaran belaka. Data menunjukkan perputaran ekonomi dari sektor ini mencapai Rp1,7 triliun hingga Rp2 triliun per tahun.
Angka tersebut mencakup rantai pasok yang luas, mulai dari penangkaran, produsen pakan dan suplemen, perajin aksesori, hingga jasa perawatan profesional.
Baca Juga: Imbas Harga Global, Kemendag Naikkan Harga Patokan Ekspor Emas Periode Mei 2026




