URBANCITY.CO.ID – Industri kosmetik, parfum, dan wellness kini menjelma menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah tengah memacu daya saing sektor ini guna meningkatkan nilai tambah industri di tengah pergeseran gaya hidup masyarakat yang semakin peduli pada perawatan diri dan kesehatan.
Agus menyebutkan, jumlah penduduk yang besar dengan dominasi usia produktif memosisikan Indonesia sebagai pasar kosmetik paling menjanjikan di kawasan Asia.
Pemerintah pun berkomitmen memperkuat ekosistem agar produk lokal mampu merajai pasar domestik sekaligus kompetitif di level global.
Baca Juga: Kejar Tenggat 2026, Kemenperin Genjot Sertifikasi Halal IKM Kosmetik Nasional
“Industri kosmetik, parfum, dan wellness memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu pilar pertumbuhan industri nasional. Pemerintah akan terus hadir melalui kebijakan yang mendukung,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Dominasi IKM dan Lonjakan Ekspor
Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2025, terdapat lebih dari 1.500 unit usaha kosmetik di Indonesia.
Menariknya, lebih dari 90 persen di antaranya merupakan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Hal ini mengindikasikan bahwa sektor ini menjadi motor penggerak bagi wirausaha nasional.
Kinerja ekspor pun mencatatkan tren positif. Nilai ekspor kosmetik nasional merangkak naik dari USD 416,8 ribu pada 2024 menjadi USD 473,8 ribu pada 2025.




