URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat transformasi industri hijau dengan memperkenalkan teknologi pengolahan air baku dan air limbah terbaru di kawasan industri.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) proyek percontohan antara Kemenperin, Qiaoyin City Management Co., Ltd., dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Kerja sama ini bertujuan menghadirkan sistem pengolahan air terpadu dan sirkular yang lebih efisien guna mendukung target Net Zero Emission (NZE) di Indonesia.
Prioritas Infrastruktur Kawasan Industri Hijau
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan infrastruktur pengolahan air menjadi prioritas utama seiring pesatnya pertumbuhan kawasan industri yang kini mencapai 176 lokasi di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Kemenperin Perluas Kerja Sama Internasional untuk Perkuat SDM Industri Nasional
Kawasan industri memainkan peran penting dalam mendukung investasi dan memperkuat transformasi industri Indonesia.
“Karena itu, penguatan infrastruktur pendukung, khususnya pengolahan air baku dan air limbah, menjadi prioritas penting dalam pengembangan kawasan industri hijau,” ujar Menperin Agus Gumiwang.
Keunggulan Teknologi DIAB: Lebih Hemat Lahan dan Biaya
Dalam kolaborasi ini, teknologi Efficient Denitrogenation Integrated Airlift Loop Bioreactor (DIAB) diperkenalkan sebagai solusi modern. Teknologi ini diklaim jauh lebih ekonomis dibandingkan metode konvensional yang ada saat ini.




