URBANCIY.CO.ID – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) mengecam keras aksi militer Israel yang mencegat iring-iringan kapal misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi bahwa sejauh ini sedikitnya sepuluh kapal misi kemanusiaan telah ditangkap oleh pihak otoritas militer Israel, termasuk di antaranya Kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Berdasarkan laporan resmi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Andi Angga Prasadewa yang berada di dalam Kapal Josef sebagai delegasi resmi dari GPCI – Rumah Zakat.
“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” ujar Yvonne Mewengkang dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Permudah Diaspora, BNI dan Kemlu Kolaborasikan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri
Lacak Kondisi Jurnalis Indonesia dan Desak Pelepasan Awak
Selain melacak keberadaan Andi Angga, Kemlu RI juga tengah berupaya keras memulihkan jalur komunikasi dengan kapal lainnya yang membawa jurnalis asal Indonesia, Bambang Noroyono (Abeng).
Langkah ini krusial guna mengidentifikasi status kapal serta memastikan kondisi keselamatan sang jurnalis.
Pemerintah Indonesia menuntut pertanggungjawaban penuh dan kepatuhan hukum dari otoritas Israel atas keselamatan seluruh relawan internasional yang membawa bantuan logistik bagi warga terdampak konflik.




