URBANCITY.CO.ID – Arus logistik komoditas strategis di jalur Pantura Jawa Barat kian bergeliat. PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) Nonpetikemas Cabang Cirebon sukses menuntaskan proses bongkar muat garam impor curah. Jumlahnya tak main-main, mencapai 14.983 ton.
Gaam curah tersebut diimpor dari Australia guna mengamankan stabilitas pasokan industri dan konsumsi domestik.
Guna memangkas waktu sandar dan menekan ongkos logistik, korporasi menerapkan metode transfer muatan langsung dari kapal ke kapal (ship to ship/STS).
Langkah taktis ini diambil di tengah lonjakan trafik pelabuhan yang melonjak tajam hingga kuartal II 2026.
“Pelaksanaan bongkar muat dengan metode ship to ship ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan operasional yang efektif, aman, dan efisien guna mendukung kelancaran rantai pasok logistik nasional, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya,” ujar Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Lampaui Target, PTP Nonpetikemas Kebut Terminalisasi Logistik di Pelabuhan Ciwandan
Siasat Jalur Pipa Logistik: Dari Lambung MV Ipswich Bay ke Gudang NGC
Proses pemindahan muatan raksasa ini membutuhkan presisi tinggi. Puluhan ribu ton garam dari lambung kapal MV IPSWICH BAY dipindahkan langsung di tengah laut ke dua kapal tongkang, yakni BG Emmery 28 dan BG Castbay 3002, yang masing-masing menggendong kapasitas 7.500 ton.
Selanjutnya, pasokan tersebut ditarik menuju dermaga Pelabuhan Cirebon untuk langsung dikirim ke area penumpukan (stockpile) milik PT Niaga Garam Cemerlang.




