URBANCITY.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan gerakan maraton ke lingkungan universitas untuk mempertebal benteng integritas generasi muda.
Langkah preventif ini membidik ribuan mahasiswa guna mencetak calon pemimpin masa depan yang bersih dari praktik kecurangan (anti-fraud) di tengah masifnya perputaran dana di sektor keuangan.
Gerakan bertajuk Road to Risk and Governance Summit 2026 ini dikemas dalam bentuk kuliah umum hibrida di tiga kampus besar Jawa Tengah dan Yogyakarta, yakni UPN “Veteran” Yogyakarta, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ajang ini sukses menyedot perhatian sekitar 5.000 peserta.
Integritas Jadi Jaminan Pengelolaan Dana Raksasa
Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, menegaskan bahwa tata kelola (governance) yang rapuh akan sangat berbahaya bagi stabilitas ekonomi nasional.
Baca Juga: Dolar Mengamuk, OJK Sebut Likuiditas Perbankan RI Ambyar? Cek Faktanya
Pasalnya, total nilai aset industri jasa keuangan yang berada di bawah radar pengawasan OJK saat ini sudah menyentuh angka fantastis, yakni berkisar Rp30 ribu triliun.
Governance ini memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan pembangunan tidak hanya berjalan cepat, tapi juga tepat, adil, dan berkelanjutan.
“Jadi artinya pembangunan itu harus dijalankan melalui proses yang berintegritas, yang akuntabel, dan transparan,” tegas Sophia Wattimena saat berbicara di hadapan mahasiswa UMS, Jumat (22/5/2026).




