URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menyuntikkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam menara (rig) pengeboran migas miliknya.
Langkah digitalisasi ini diambil untuk memperketat sistem keselamatan kerja sekaligus mendeteksi dini potensi bahaya fatal di area operasional berisiko tinggi.
Gebrakan teknologi ini dikupas tuntas dalam seminar nasional bertajuk “Peran Artificial Intelligence Mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) & Process Safety Management (PSM) di Industri” yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta.
Mata Digital Awasi Penggunaan APD dan Kerusakan Mesin
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengungkapkan bahwa pemanfaatan AI mengubah pola pengawasan konvensional menjadi serbapantau langsung (real-time).
Baca Juga: Pangkas Biaya Hulu Migas, Pertamina Drilling Obral Solusi Integrasi di IPA Convex
Di lingkungan rig, algoritma AI dikerahkan mulai dari memantau kepatuhan pekerja dalam memakai Alat Pelindung Diri (APD) hingga menjalankan sistem pemeliharaan prediktif (predictive maintenance) pada mesin-mesin berat.
Sistem cerdas ini diklaim mampu membaca anomali performa alat sebelum terjadi kerusakan fatal, sehingga meminimalkan risiko waktu henti operasi (downtime) dan menghemat biaya perawatan aset korporasi.
“Industri migas menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, pemanfaatan AI menjadi solusi strategis untuk memperkuat budaya safety sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan,” tegas Avep Disasmita dalam pemaparannya, Rabu (21/5/2026).




