URBANCITY.CO.ID – Memupuk kebiasaan berhemat sejak dini kini bukan lagi sekadar nasihat tua, melainkan sebuah gerakan masif yang terus tumbuh di bangku-bangku sekolah seluruh Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat partisipasi generasi muda dalam memanfaatkan sistem keuangan formal menunjukkan grafik yang menggembirakan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, membeberkan bahwa hingga Triwulan I 2026, jumlah celengan digital milik para siswa ini sudah menembus angka yang fantastis.
Per Triwulan I 2026, jumlah rekening tabungan pelajar tercatat mencapai 59,03 juta rekening dengan nominal simpanan sebesar Rp29,13 triliun.
Baca Juga: Aktif Sosialisasi Tabungan Pelajar, BNI Raih 3 Penghargaan OJK
“Capaian ini menunjukkan perkembangan yang positif dalam mendorong inklusi keuangan di kalangan pelajar, sebagaimana tercermin dari capaian Program KEJAR yang telah mencapai 88,36%,” urai Dicky mengungkap data terkini.
Tren Positif yang Terus Menanjak
Dilihat dari kurva pertumbuhannya, minat pelajar untuk menyisihkan uang saku ke dalam bank terus menunjukkan konsistensi. Jumlah rekening baru tercatat tumbuh sebesar 1,25% secara tahunan (year on year/yoy).
Meski nominal simpanan kerap mengalami pasang surut dalam jangka pendek, Dicky menilai hal tersebut sangat wajar mengingat karakteristik kebutuhan harian pelajar yang dinamis.
Walau porsinya terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan nasional masih terhitung kecil, OJK melihat tabungan ini memiliki nilai investasi jangka panjang yang sangat strategis.



