URBANCITY.CO.ID – Di tengah volatilitas pasar energi global yang tak menentu, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk tampaknya emoh goyah.
Subholding Gas Pertamina ini justru kian agresif mematangkan strategi jangka panjangnya. Modalnya tak main-main: platform infrastruktur gas bumi hilir terintegrasi yang menggurita dari hulu hingga ujung konsumen di seluruh Nusantara.
Hingga paruh pertama tahun ini, emiten berkode PGAS tersebut kokoh menguasai lebih dari 91 persen pangsa pasar niaga gas bumi domestik.
Berdiri di atas aset raksasa senilai USD 6,2 miliar, PGN kini mengendalikan lebih dari 33.000 kilometer jaringan pipa yang mengalirkan setrum dan panas ke 825 ribu pelanggan, mulai dari dapur rumah tangga hingga turbin pembangkit listrik skala megawatt.
Baca juga: Laba Bersih US$ 215 Juta, RUPST PGN Setujui Dividen Jumbo Rp 3 Triliun
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menegaskan bahwa mandat utama korporasi saat ini adalah memastikan seluruh investasi infrastruktur masif tersebut bekerja dengan efisiensi tinggi tanpa interupsi.
“Yang terus kami jaga adalah bagaimana infrastruktur yang telah dibangun selama ini dapat beroperasi secara andal, dimanfaatkan secara optimal, dan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang,” ujar Fajriyah.
Menyambung Urat Nadi Jawa
Strategi PGN ke depan tak sekadar merawat pipa yang ada. Guna memperkuat konektivitas energi nasional, PGN melalui anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), kini dipercaya menakhodai pengoperasian Pipa Transmisi Gas Cirebon–Semarang (CISEM) Tahap II.




