URBANCITY.CO.ID – Jakarta sedang menghitung hari menuju usianya yang kelima abad. Di ambang usia tua itu, statusnya tak lagi menjadi ibu kota negara. Namun, alih-alih meredup, kota ini justru sedang bersiap bersolek diri menjadi kota global yang tangguh.
Siasat transformasi ini mewujud dalam helatan Jakarta Future Festival (JFF) 2026 yang digelar pada 4-6 Juni di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Hajatan besar ini bukan sekadar panggung hiburan. JFF didesain sebagai ruang hibrida yang mengawinkan inovasi, talenta, dan energi kreatif lintas sektor untuk merumuskan masa depan perkotaan. Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) pasang badan penuh mendukung festival ini.
Menurut Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, kunci ketahanan Jakarta pasca-ibu kota berada di tangan warganya sendiri.
Baca juga: Sentuhan Membumi: Warga Jakarta Serbu Sembako Gratis di Bazar Rakyat Monas
“Kreativitas warga kota Jakarta menjadi modal utama ekosistem collaborative city-making yang menerjemahkan partisipasi warga membentuk ketahanan kota yang berdampak global,” ujar Irene saat meninjau festival di Jakarta, Jumat (5/6).
Karnaval Ide di Ruang Publik
Mengusung jargon “Navigating Resilience”, JFF 2026 menjadi tempat berkumpulnya birokrat, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, hingga anak-anak muda urban. Selama tiga hari berturut-turut, TIM disulap menjadi laboratorium raksasa yang melibatkan lebih dari 500 kolaborator.
Denyut nadi ekonomi kreatif langsung terasa di lapangan. Festival ini memadati area TIM dengan 15 titik aktivasi, 25 pertunjukan hiburan, dan 30 kegiatan komunitas.




