URBANCITY.CO.ID – Manajemen PT Saka Energi Indonesia (SAKA) mengantongi restu strategis dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mengebor cadangan baru.
Otoritas hulu migas resmi menyetujui Rencana Pengembangan Lapangan (Plan of Development/POD) Lapangan Ronggolawe – PHE-7 yang berada di dalam Wilayah Kerja (WK) Pangkah.
Anak usaha Subholding Gas Pertamina ini memproyeksikan lapangan minyak tersebut mulai mengalirkan produksi perdana (onstream) pada akhir tahun 2029.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, menyambut baik turunnya izin pengembangan dari regulator tersebut.
Manajemen menempatkan proyek ini sebagai motor penggerak utama untuk mendongkrak portofolio lifting minyak perusahaan di tengah menyusutnya cadangan sumur-sumur tua di dalam negeri.
Baca juga: Kuasai 91 Persen Pasar Gas Nasional, PGN Bidik Proyek CISEM II Demi Amankan Pasokan
“Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi Perusahaan,” ujar Fuji Koesumadewi dalam keterangan tertulisnya.
Membidik Puncak Produksi Lima Ribu Barel Per Hari
Tim ahli SAKA menyusun draf pengembangan ini berdasarkan hasil analisis bawah tanah yang komprehensif dari sumur appraisal RGL-3.
Langkah maju ini mengekor penyerahan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe kepada pemerintah pada tahun 2025 lalu.
Penemuan hidrokarbon bernilai ekonomis ini sejatinya bermula dari keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi RGL-1 pada 2012, sebelum akhirnya tim geologi mengonfirmasi ulang potensinya lewat sumur RGL-3 pada 2024.




