URBANCITY.CO.ID – Manajemen PT Pertamina (Persero) memperluas jaringan kemitraan global guna mengamankan pasokan energi nasional sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.
Raksasa energi pelat merah ini menyepakati penjajakan kolaborasi teknologi hulu minyak dan gas bumi bersama perusahaan penyedia jasa lapangan minyak multinasional, SLB.
Korporasi mengeksekusi langkah strategis ini dengan memanfaatkan momentum kunjungan kenegaraan yang mempererat hubungan bilateral antara pemerintah Indonesia dan Prancis.
Tim teknis kedua perusahaan memfokuskan peta jalan kerja sama ini pada sejumlah sektor krusial di area pengeboran.
Pertamina akan mengadopsi teknologi perekahan multitahap (multistage fracturing) dan mempertajam akurasi studi bawah permukaan (subsurface) milik SLB.
Baca juga:Â Hadapi Geopolitik Global, Bos Pertamina Internasional EP Sebar Jurus Energi di UGM
Sinergi ini juga membidik pengembangan cadangan migas nonkonvensional serta penerapan metode peningkatan perolehan minyak alias Enhanced Oil Recovery (EOR) guna memompa kembali sisa cadangan cair di sumur-sumur tua.
Menyuntikkan Kecerdasan Buatan ke Dalam Reaktor Panas Bumi
Insinyur hulu Pertamina dan SLB juga merancang cetak biru digital untuk memangkas biaya operasional kilang dan lapangan pengeboran di daerah.
Kedua perusahaan sepakat mengintegrasikan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan algoritma analitik data besar ke dalam sistem kontrol produksi harian.
Langkah otomatisasi ini berjalan beriringan dengan proyek optimalisasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) yang menjadi andalan baru transisi energi bersih.




