URBANCITY.CO.ID – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menghadiri kegiatan Asian Financial Leaders Programme (AFLP) 2026 di Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026.
Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) menggandeng Singapore Management University (SMU) untuk menggelar forum bergengsi tersebut.
Acara internasional ini mempertemukan para pimpinan senior lembaga keuangan se-Asia guna membahas perkembangan sektor finansial global.
Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, mengupas tuntas dinamika perbankan syariah domestik dalam kesempatan tersebut.
Potensi Raksasa Industri Syariah
Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) ini menjelaskan potensi raksasa pasar halal global kepada para peserta.
Baca juga: KNEKS Ungkap Ironi Industri Halal Indonesia: Belum Maksimal Terserap Pembiayaan Syariah
Emir juga menjabarkan peran strategis sektor keuangan syariah dalam menopang pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Pemerintah terus mencatat tren positif dalam penguatan daya saing ekosistem ekonomi syariah di tanah air.
“Hal tersebut didukung oleh pertumbuhan industri halal, peningkatan aset keuangan syariah, serta penguatan regulasi dan kelembagaan yang semakin mendorong daya saing ekosistem ekonomi syariah nasional,” ujar Emir.
Pihak KNEKS melihat lompatan literasi masyarakat dan akselerasi transformasi digital sebagai peluang utama pertumbuhan industri saat ini.
Sinergi antara sektor keuangan komersial dan dana sosial syariah juga berpotensi besar untuk melipatgandakan aset modal.
Tantangan Industri Finansial Asia
Di sisi lain, para pelaku industri harus membenahi infrastruktur teknologi, menciptakan inovasi produk, serta mencetak SDM yang kompeten.




