URBANCITY.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat merespons lonjakan trafik kendaraan dan penumpang di lintasan Padang Bai–Lembar.
Manajemen perusahaan memperkuat kapasitas layanan guna menjaga kelancaran penyeberangan melalui koordinasi intensif bersama regulator.
Langkah taktis ini sukses mempercepat pergerakan pengguna jasa setelah lonjakan arus kendaraan terjadi sejak akhir pekan lalu.
Lonjakan arus kendaraan mulai memadati area pelabuhan sejak Jumat, 13 Juni 2026 dan mencapai puncaknya pada Minggu siang.
Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Padang Bai bahkan sempat mengular panjang hingga sekitar tiga kilometer di jalan raya.
Baca juga: ASDP Siapkan Diskon Tiket dan Optimalkan Armada demi Layani Lonjakan Libur Sekolah
Penghentian sementara operasional kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) rute Tanjung Wangi–Gili Mas memicu pengalihan kendaraan ke jalur ini.
Lakukan Langkah Antisipatif Sejak Awal
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan perusahaan telah melakukan langkah antisipatif sejak awal terdeteksinya peningkatan arus kendaraan.
“Kami bersama BPTD dan KSOP terus memantau perkembangan trafik penyeberangan secara real time,” ucapnya.
“Ketika terjadi peningkatan signifikan, kami segera melakukan penyesuaian pola operasi melalui penambahan kapasitas layanan dan percepatan waktu sandar sehingga kapasitas angkut dapat meningkat dan antrean dapat segera terurai,” ujar Windy.
Pihak ASDP bersama para pemangku kepentingan memangkas waktu sandar kapal (port time) menjadi hanya sekitar 1,5 jam saja.




