Strategi ini membuat armada kapal mampu melakukan lebih banyak pelayaran dalam periode waktu yang sama.
Baca juga: Dirut ASDP Heru Widodo Jamin Biaya Operasi 15 Korban Kebakaran KMP Aceh Hebat 2
Kebijakan tersebut terbukti sangat efektif dalam mendongkrak kapasitas angkut total di pelabuhan.
Operator penyeberangan juga menambah jumlah armada secara bertahap demi mengatasi kepadatan harian secara maksimal.
Mereka mengoperasikan dua kapal tambahan pada Jumat, lalu menambah satu kapal lagi pada hari Sabtu.
Langkah beruntun ini mempertegas komitmen instansi dalam memulihkan kenyamanan para pengguna jasa.
Lakukan Penguatan Layanan
General Manager ASDP Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, menjelaskan, ketika antrean kendaraan mencapai puncaknya pada Minggu (14/6), pihaknya kembali melakukan penguatan layanan.
Caranya dengan mengoperasikan KMP Naraya dan KMP Shita Giri Nusa yang dikelola operator swasta.
Baca juga: KMP Aceh Hebat 2 Terbakar di Ulee Lheue, ASDP Evakuasi 15 Korban Luka ke Rumah Sakit
Kemudian pada Minggu malam hingga Senin (15/6) pagi, layanan kembali diperkuat melalui pengoperasian KMP Parama Kalyani, KMP Sindu Dwitama, dan KMP Athayana.
Langkah tersebut berhasil meningkatkan kapasitas angkut dan mempercepat penguraian antrean kendaraan.
Kerja keras seluruh tim di lapangan membuahkan hasil positif dengan terurainya kepadatan secara bertahap sejak Minggu malam.
Keadaan dermaga penyeberangan terus membaik dan menunjukkan tren kelancaran yang signifikan hingga Senin pagi.
“Saat ini, arus kendaraan dan penumpang di lintasan Padang Bai–Lembar telah kembali terkendali dengan pelayanan penyeberangan yang berjalan normal,” jelas Handoyo.




