URBANCITY.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun sebagai bagian dari strategi memperluas sumber pembiayaan pembangunan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penerbitan obligasi tersebut menjadi salah satu langkah pembiayaan kreatif yang tengah dipersiapkan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan berbagai proyek pelayanan publik.
Menurut Pramono, penerbitan obligasi ini berpotensi menjadi yang pertama dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia.
“Saya sekarang ini, tahun ini pertama kali menerbitkan dan mungkin baru pertama kali ada di Republik ini yang namanya obligasi daerah. Obligasi Jakarta kita terbitkan Rp3,5 triliun,” ujar Pramono saat menjadi narasumber dalam Investor Daily Roundtable di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/6/2026).
Baca juga:Â Strategi IKM Logam Tembus Rantai Pasok Global: Standarisasi ISO 9001:2015 Jadi Kunci Sukses
Pramono menjelaskan dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan bagi berbagai proyek strategis yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Salah satu prioritas utama ialah sektor pendidikan, termasuk pembangunan sarana pendidikan serta penyediaan modal awal pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras.
Selain itu, dana juga akan digunakan untuk mendukung pembangunan transportasi, rumah susun, infrastruktur sumber daya air, pengendalian banjir, hingga pembangunan gedung pemerintahan.
“Untuk apa Rp3,5 triliun ini? Yang pertama untuk pendidikan. Yang kedua untuk salah satunya modal awal membangun Rumah Sakit Sumber Waras. Kemudian juga untuk pendidikan di Jakarta,” kata Pramono.




