URBANCITY.CO.ID – Perkembangan pesat layanan keuangan digital membuka gerbang inklusi, namun sekaligus menciptakan celah bagi jaringan kejahatan online scams.
Dimana, akhir-akhir ini kejahatan tersebut yang semakin terorganisasi lintas negara.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) merespons ancaman ini dengan memperkuat aliansi regional dalam forum Expert Group Meeting di Jakarta.
Langkah kolaboratif ini menjadi investasi vital bagi masyarakat urban yang kini sangat bergantung pada ekosistem keuangan digital, yang sarat dengan penipuan.
Tujuannya jelas, memastikan setiap transaksi Anda tetap aman, transparan, dan terlindungi dari tangan pelaku kriminal.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menekankan pentingnya respons kolektif yang berbasis intelijen.
Baca juga: OJK Cabut Izin Usaha PT BPR Ceper Permata Artha Klaten, LPS Segera Lakukan Likuidasi
“Online scams tidak lagi dapat dipandang sebagai kejahatan yang berdiri sendiri,” kata Dicky pada sesi pembukaan kegiatan, Senin (29/06).
Sebab, penipuan digital kini semakin terhubung dengan aktivitas keuangan ilegal dan tindak pidana pencucian uang.
“Sehingga pencegahannya membutuhkan respons yang cepat, terintegrasi, dan berbasis intelijen keuangan,” imbuhnya.
Mengapa Kerja Sama Lintas Batas Itu Penting?
Kejahatan keuangan modern kini memanfaatkan kecepatan transfer antar-rekening, e-wallet, aset kripto, hingga blockchain untuk melarikan dana hasil curian ke luar negeri dalam hitungan menit.



