URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat kinerja impresif sepanjang semester I 2026 dengan produksi minyak dan gas bumi (migas) yang melampaui target perusahaan. Capaian ini tidak hanya memperkuat pasokan energi nasional, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor terhadap sektor energi Indonesia yang terus berkembang di tengah kebutuhan energi masyarakat urban dan industri.
“Perusahaan berkomitmen mendukung ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” ujar Direktur Utama PHI Muharram Jaya Pangurinseng dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, PHI membukukan produksi minyak sebesar 59,3 ribu barel per hari (MBOPD) atau mencapai 116,1 persen dari target tahunan. Sementara itu, produksi gas mencapai 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), setara 105,4 persen dari target yang ditetapkan.
Kinerja tersebut menjadi indikator positif bagi iklim investasi sektor hulu migas. Produksi yang melampaui target menunjukkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kontribusi sektor energi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga:Â Pertamina Turunkan Harga Pertamax
Inovasi Teknologi Dorong Efisiensi Produksi
Keberhasilan produksi PHI didukung berbagai inovasi dan penyelesaian proyek strategis di wilayah operasional Kalimantan. Langkah tersebut membuktikan bahwa optimalisasi lapangan migas yang telah berproduksi selama puluhan tahun masih mampu memberikan nilai ekonomi tinggi.




