Salah satu pencapaian penting berasal dari PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) yang menerapkan teknologi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) pada awal Februari 2026. Teknologi tersebut berhasil meningkatkan produksi salah satu sumur hingga 150 persen.
Selain itu, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyelesaikan proyek Lapangan Manpatu pada akhir Mei 2026. PHM juga mengoperasikan platform migas keempat Proyek Sisi Nubi AOI pada Juni 2026. Di sisi lain, PEP Sangasanga Field berhasil menyelesaikan pengeboran sumur pengembangan NKL-1183.
“PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) juga mencatatkan hasil positif melalui dua sumur di Lapangan Sejadi,” jelasnya.
“Perusahaan terus berinovasi dalam mengoptimalkan pemulihan (recovery rate) dari lapangan migas Regional-3 Kalimantan yang sudah berproduksi selama puluhan tahun (mature),” tambahnya.
Baca Juga:Â Strategi Human Capital Pertamina Drilling: Mengubah Talenta Menjadi Aset Bisnis Masa Depan
Keselamatan Kerja Perkuat Kepercayaan Investor
PHI yang mengelola operasi hulu migas Regional 3 Kalimantan meliputi Zona-8, Zona-9, dan Zona-10 juga menunjukkan kinerja keselamatan kerja yang sangat baik. Perusahaan membukukan 73,1 juta jam kerja selamat, nihil number of accident (NoA), serta mencatat total recordable incident rate (TRIR) sebesar 0,03.
Pencapaian tersebut menjadi nilai tambah bagi perusahaan karena aspek keselamatan kerja kini menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian investasi berkelanjutan. Kinerja operasional yang efisien dan aman memperkuat daya saing PHI di industri energi nasional.




