URBANCITY.CO.ID – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memperkuat pembiayaan bagi pelaku usaha small and medium enterprise (SME) atau usaha kecil dan menengah dengan mengandalkan digitalisasi serta pembiayaan sektor produktif.
Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan SME Bank Muamalat mencapai Rp3,2 triliun, tumbuh 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan sektor SME memiliki prospek yang besar sehingga perseroan terus memperkuat ekosistem usaha, khususnya melalui digitalisasi dan pendampingan kepada nasabah.
“Bank Muamalat terus memperluas jangkauan pembiayaan SME ke nasabah. Salah satunya melakukan transformasi digital untuk kecepatan transaksi dan proses pembiayaan,” ujar Ricky.
Menurut Ricky, digitalisasi menjadi salah satu strategi penting untuk memperluas akses pembiayaan, terutama bagi calon nasabah di berbagai daerah yang belum terjangkau jaringan kantor cabang.
Baca juga: Menkop Dorong Tenun Toraja Naik Kelas Jadi Tren Fashion Global Lewat Koperasi
“Dengan akses pembiayaan yang semakin luas dan cepat, sektor SME diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional,” katanya.
Selain memperluas akses, Bank Muamalat juga menjaga kualitas portofolio pembiayaan SME dengan menerapkan manajemen risiko sesuai risk appetite perseroan.
Pembiayaan SME diarahkan terutama ke sektor produktif yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan, antara lain pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.
Ricky mengatakan strategi tersebut memungkinkan Bank Muamalat memperluas pembiayaan sekaligus menjaga kualitas aset.




